Surat Edaran Tunjangan Tambahan Penghasilan

Surat Edaran Tunjangan Tambahan Penghasilan dalam rangka pelaksanaan cuti bersama
Komunitas Pendidikan Sahur Keliling dengan Bersepeda

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Pengumuman Hasil Tes Psikologi Calon Kepala SMA Tahun 2010

Pengumuman Hasil Tes Psikologi Calon Kepala SMA Tahun 2010
Ribuan Orangtua Berebut Formulir Masuk SD
Rabu, 17 Juni 2009, 10:51 WIB
Baru hari pertama pendaftaran siswa baru (PSB) Sekolah Dasar negeri (SDN), ribuan orangtua murid sudah memenuhi 267 SDN di Jakarta Utara. Orangtua khawatir formulir PSB habis karena peserta masuk SD tahun ajaran 2009-2010 cukup banyak. Padahal, setiap sekolah hanya mendapat jatah 100 formulir untuk 267 SDN.

Kendati waktu pendaftaran cukup panjang hingga 19 Juni, namun banyak orangtua yang cemas kehabisan formulir penerimaan siswa baru (PSB). Sebab, setiap sekolah hanya dibatasi 100 lembar formulir. Berarti untuk 267 sekolah ada 2.670 formulir yang disebar. Kecemasan bertambah karena standar penerimaan sekolah yang tinggi dan batas usia yang sudah ditentukan dari Dinas Pendidikan Dasar DKI membuat orangtua rela datang lebih pagi.

Pantauan beritajakarta.com, hari pertama PSB di SDN 15 dan 21 Semper Barat, SDN 04 dan 07 Semper Timur, SDN 02 Cilincing, SDN 04 Marunda serta SDN 03 Tugu Selatan terlihat padat. Sejak pukul 07.00, para orangtua telah memadati sekolah favorit tujuan mereka. “Untuk mendaftarkan putra putrinya di sekolah negeri, kami tidak dipungut biaya. Tapi, anak kami harus mengikuti tes terlebih dahulu, dan usia yang cukup,” ujar Ny Robi yang mengaku optimis dapat masuk dalam seleksi, sebab usia anaknya sudah 7 tahun.

Lain halnya dengan Elsa (28) ibu anak satu ini mengaku khawatir anaknya tidak bisa lolos dalam tes. Padahal, warga Marunda ini berharap anaknya bisa masuk sekolah negeri secara gratis. “Saya berharap pihak penyeleksi tidak menyalahi aturan di mana minimal anak yang boleh masuk ke SD berusia 7 tahun. Jangan sampai ada permainan di mana anak pintar diprioritaskan tapi umurnya belum mencapai 7 tahun,” katanya.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Utara, Istaryningtias mengatakan, sesuai dengan peraturan yang diterapkan Pemerintah DKI Jakarta, seleksi PSB tahap pertama berlangsung selama empat hari mulai 16-19 Juni 2009. “Memang ada perbedaan untuk pendaftaraan SD tahun ini, ketentuan usia 7 tahun para siswa juga harus mengikuti tes membaca dan menulis juga interview," katanya ketika dihubungi beritajakarta.com, Selasa (16/6).

Nama-nama siswa yang lolos tes membaca dan menulis akan diumumkan pada 20 Juni mendatang, sekaligus mendaftar ulang kembali. Sedangkan proses belajar mengajar tahun ajaran baru akan dimulai pada 27 Juli 2009. “Usia untuk masuk ke SDN memang sudah ditentukan. Untuk itu diharapkan para guru-guru harus selektif dalam menentukan usianya,” katanya. Dalam PSB ini, ia menekankan agar orangtua tidak memberikan apa pun pada sekolah. Guru juga dilarang mengutip uang untuk siswa baru. "Jika ada guru yang berani mengutip uang, pasti kena sanksi," tegasnya.

Mengenai keterbatasan formulir yang disiapkan, Istaryatiningtias menjelaskan, di Jakarta Utara ada 267 SDN yang hari ini serentak membuka pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2009/2010. Setiap sekolah, hanya mendapat 100 formulir. Sebab, setiap sekolah hanya menyediakan dua kelas baru untuk siswa baru dengan daya tampung 40 siswa per kelas.

Antusiasme warga untuk mendaftarkan anaknya sekolah juga terlihat di SDN 011 Pagi Pelamampang, Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Bahkan, ada orangtua yang kendati anaknya belum genap tujuh tahun sudah mau didaftarkan. Hingga pukul 10, dari kuota 60 formulir sudah 39 formulir pendaftaran yang sudah diambil orangtua calon siswa.

Pantauan beritajakarta.com di SDN 011 Pagi Pelamampang, antusiasme warga terlihat cukup positif di sekolah tersebut. Bahkan, saking antusiasnya ada juga orangtua murid yang coba mendaftarkan anaknya, meski umur anaknya belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. "Anak saya umurnya baru lima tahun, tapi sudah pengen banget sekolah. Tapi, karena syarat pendaftaran umur tujuh tahun, maka saya terpaksa mengurungkan niat tersebut," ujar Arini, Selasa (16/6).

Sekretaris Panitia Pendafataran Peserta Didik Baru (PPDB) SDN 011, Asep Agan Adiwinata mengungkapkan, sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan Depdiknas, pihaknya mengutamakan calon siswa yang pada saat pendaftaran umurnya sudah mencapai 7-12 tahun. Pemberian prioritas kepada anak yang sudah memasuki umur itu, karena mereka sudah memasuki tahap wajib belajar sembilan tahun. Namun, begitu untuk anak yang mendekati umur tujuh tahun pihaknya mempersilahkan orangtua mendaftar.

Untuk pendaftaran kali ini warga memang terlihat antusias. Bahkan, dari 60 lembar formulir yang disediakan, 39 formulir telah habis sejak pukul 10.00 pagi. "Bagi mereka yang ingin daftar, cukup membawa foto ukuran 3x6 dan akte kelahiran. Bagi yang tidak memiliki akte kelahiran, orangtua murid harus melampirkan surat keterangan lahir dari rumah sakit atau bidan," jelasnya.

Menurutnya, setelah dilakukan pendaftaran pihaknya akan melakukan proses seleksi calon murid meliputi, kesesuaian umur, kedekatan domisili dengan sekolah yang ingin dimasuki, dan melihat fisik calon murid untuk mengetahui adanya kelainan ataupun tidak.

Kasudin Dikdas Jakarta Selatan Mohammad Arief mengatakan, dalam PPDB sekolah dilarang memungut biaya apapun. Pasalnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah membebaskan orangtua murid dari berbagai pungutan. "Jadi semuanya dilakukan secara gratis. Kalau ada yang meminta pungutan segera laporkan, dan kita akan segera berikan tindakan tegas," tandasnya (beritajakarta)



Narkoba

Copyright @ 2009 Disdik DKI Jakarta
Jalan Gatot Subroto Kavling 40-41, Jakarta Selatan